Batubara: Bahan Bakar Unggulan



Setelah diekstrak dari tambang bawah tanah atau terbuka, batubara dicuci dan disortir. Kemudian batubara tersebut diangkut ke penggunaan akhir - untuk pemanasan, untuk pasokan energi di boiler industri, atau untuk memproduksi besi cor atau minyak sintetik. Tergantung pada kualitasnya, batubara dapat dibakar, diolah menjadi kokas atau gasifikasi.

Stasiun  pembakaran batubara 
Batubara terus digunakan sebagai bahan bakar hingga saat ini. Penggunaan utamanya adalah untuk pasokan energi bagi boiler industri. Produksi listrik juga meruoakan penggunaan utama batubara dewasa ini.

Prinsipnya sederhana: batubara dibakar di boiler. Panas yang dirilis mengubah air menjadi uap. Uap ini mendorong turbin yang terhubung ke generator untuk menghasilkan listrik. Saat melewati kondensor, uap mendingin dan berubah kembali menjadi air, dan kemudian dikirim kembali ke boiler.

Industri besi dan baja
Batubara dengan tingkat konsentrat karbon tinggi, yaitu batubara kokas, digunakan dalam industri besi dan baja.

Kokas digunakan dalam blast furnace dan industrial furnace, dicampur dengan bijih besi untuk memproduksi besi cor (campuran besi dan karbon yang merupakan prekursor dari baja), melalui reduksi besi oksida.
Manufaktur kokas dilakukan dengan menggunakan campuran jenis-jenis batubara berkualitas tinggi, sebagai pasta kokas, dan memanaskannya hingga suhu 1000 ° C, sebuah proses yang menggunakan rangkaian puluhan tungku setinggi 8m.

Kokas terkonsentrasi dari batubara, sedangkan sebagian besar zat volatil telah disingkirkan. Proses pirolisis ini melepaskan gas yang didinginkan dan diperlakukan dengan pelarut. Untuk 1 juta ton batubara, didapatkan kandungan sebagaimana berikut ini:

  • 50.000 ton tar 
  • 15.000 ton benzol (campuran hidrokarbon aromatik) 
  • 500 juta m3 gas metana, yang dikirim ke jaringan gas setelah kotorannya dibuang. 

Ada juga plant pirolisis yang lebih kecil, yang disesuaikan dengan jenis batubara yang berbeda. Proses ini digunakan untuk pembuatan kokas khusus, seperti kokas lignit, yang dapat digunakan sebagai pengganti arang.

Pada suhu sekitar 700 ° C, pirolisa menghasilkan molekul aromatik yang berat, terfenol. Setelah pengolahan, kandungan ini digunakan untuk memproduksi insektisida, fungisida, antioksidan, dan fenol-formaldehida resin yang digunakan sebagai akselerator untuk mengeringkan pernis dan tinta.

Kimia Karbon: manufaktur hidrokarbon
Batubara dapat dibuat menjadi gas dengan menggunakan oksigen dan uap, menghasilkan gas sintetis berupa campuran karbon monoksida dan hidrogen.
Gas ini merupakan produk setengah jadi yang dapat dikonversi menjadi produk yang berbeda (metanol, urea, hidrogen murni dan dimetil eter) dan semua ini dapat digunakan untuk membuat bahan bakar sintetis.
Dalam kasus terakhir, produk yang diperoleh adalah lilin yang mengandung berbagai jenis hidrokarbon dengan jumlah atom karbon bervariasi. Lilin ini harus melalui serangkaian proses konversi untuk menghasilkan diesel berkualitas tinggi dan, pada jumlah lebih rendah, LPG dan bensin.
thumbnail

Artikel Terkait Tentang Batubara :





 
Copyright © 2013. - www.JualBatubara.com
Informasi Batubara Indonesia