Batubara Sebagai Bahan Bakar

CHP Avedøreværket
Batubara terutama digunakan sebagai bahan bakar padat untuk menghasilkan listrik dan panas melalui pembakaran. Konsumsi batubara dunia sekitar 7,99 miliar short ton pada tahun 2010 (7,25 miliar ton), dan diperkirakan akan meningkat 48% menjadi 9,98 short ton (9.05 miliar ton) pada tahun 2030. China memproduksi 3,83 miliar short ton (3,47 miliar ton) pada tahun 2011. India memproduksi sekitar 637,1 juta short ton (578 juta ton) pada tahun 2011.

68,7% listrik China berasal dari batubara. Amerika Serikat mengkonsumsi sekitar 13% dari total dunia pada tahun 2010, yaitu 1,05 miliar short ton  (951 juta ton), menggunakan 93% dari jumlah itu untuk pembangkit listrik. 46% dari total daya yang dihasilkan di Amerika Serikat dipasok dengan menggunakan batubara.

Ketika batubara digunakan untuk pembangkit listrik, biasanya batubara tersebut digiling dan kemudian dibakar dalam tungku boiler. Panas tungku mengubah air menjadi uap, yang kemudian digunakan untuk memutar turbin yang menggerakkan generator dan akhirnya menghasilkan listrik. Efisiensi termodinamika proses ini telah ditingkatkan dari waktu ke waktu. Turbin uap siklus sederhana telah dikembangkan menjadi  turbin-turbin yang sangat maju dengan efisiensi termodinamika mencapai sekitar 35% untuk seluruh proses. Peningkatan suhu pembakaran dapat meningkatkan efisiensi ini, bahkan menjadi jauh lebih besar. Pembangkit listrik batubara yang sudah tua, terutama pembangkit "grandfathered", secara signifikan kurang efisien dan menghasilkan tingkat limbah panas yang lebih tinggi. Setidaknya 40% dari listrik dunia berasal dari batubara, dan pada tahun 2012 sekitar sepertiga dari listrik Amerika Serikat berasal dari batubara, turun dari sekitar 49% pada tahun 2008. Pada tahun 2012 di Amerika Serikat terjadi penurunan penggunakan batubara untuk menghasilkan listrik karena pasokan gas alam berlimpah yang diperoleh dari rekah hidrolik dari formasi shale dapat tersedia dengan harga murah. Munculnya konsep turbin supercritical membuat boiler dapat bekerja pada temperatur dan tekanan yang sangat tinggi dengan proyeksi efisiensi 46%, dan secara teori peningkatan temperatur dan tekanan akan memungkinkan untuk dihasilkan efisiensi yang lebih tinggi.

Di Denmark efisiensi listrik bersih >47% telah diperoleh di Pembangkit batubara CHP Nordjyllandsværket dan efisiensi pembangkitk secara keseluruhan mencapai hingga 91% dengan kogenerasi antara listrik dan pemanas distrik. Pembangkit multi-bahan bakar CHP Avedøreværket di luar Kopenhagen dapat mencapai efisiensi listrik neto sebesar 49%. Efisiensi pabrik secara keseluruhan dengan kogenerasi listrik dan pemanas distrik dapat mencapai 94%.

Cara eksperimental dari pembakaran batubara adalah dalam bentuk coal-water slurry fuel (CWS, yang telah dikembangkandi Rusia sejak era Uni Soviet). CWS secara signifikan mengurangi emisi dan meningkatkan nilai kalor batubara. Cara lain menggunakan batubara adalah combined heat and power cogeneration dan MHD topping cycle.

Penambangan batubara yang dilakukan dengan menggunakan teknologi saat ini, termasuk jenis batubara rendah energi yang tinggi polusi (yaitu, lignit dan bitumen), mencukupi untuk beberapa tahun mendatang. Namun, konsumsi terus meningkat dan produksi maksimal akan terjadi dalam beberapa dekade ini.
thumbnail

Artikel Terkait Penggunaan Batubara :





 
Copyright © 2013. - www.JualBatubara.com
Informasi Batubara Indonesia