Komponen-komponen dalam Pasokan Batubara

Pasokan meliputi produksi, perdagangan dan perubahan stok. Masing-masing komponen tersebut akan diuraikan seperti di bawah ini.

Produksi
Sebagian besar produksi batubara berasal dari tambang bawah tanah atau tambang terbuka. Ada sebagian produksi yang juga dapat berasal dari pengumpulan kembali batubara dari tumpukan limbah tambang, kolam sluri dan sumber lainnya yang dihasilkan dari penambangan konvensional pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai akibatnya, produksi primer batubara biasanya dibagi menjadi tiga subkategori: bawah tanah, terbuka, dan pengumpulan kembali (recovery). Sub-kategori terakhir meliput perolehan dari sluri, amang (middlings) dan produk-produk batubara mutu rendah lain yang tidak dapat diklasifikasikan menurut jenis batubara; meliputi juga batubara yang dikumpulkan kembali dari tumpukan atau timbunan limbah dan yang belum dimasukkan sebagai bagian produksi pada tahun-tahun yang lalu.

Produksi gambut yang dimaksud hanyalah kuantitas yang dipakai sebagai bahan bakar. Kuantitas untuk pemakaian lainnya tidak diperhitungkan di sini.

Produksi berbagai produk turunan batubara (bentuk padat maupun bentuk gas) terjadi pada berbagai fasilitas di permukaan tanah, atau dapat berupa hasil dari transfer suatu produk dari lokasi tambang lainnya. Oleh karena itu, perbedaan antara “bawah tanah” dengan “terbuka” tidak berlaku untuk produk turunan batubara. Fasilitas-fasilitas tersebut biasanya terletak bersebelahan dengan tambang primer batubara ( patent fuel, briket batubara dan kilang gas), atau bersebelahan dengan pabrik baja terintegrasi yang mengonsumsi batubara (coke oven, blast furnace, dll.)

Kuantitas produksi merupakan jumlah yang diekstraksi atau diproduksi, setelah proses apapun untuk menghilangkan zat lembam (inert matter). Pada industri penambangan batubara, hal ini lebih dikenal dengan produksi “bersih” atau “dapat dijual”. Produksi tersebut meliputi kuantitas yang dikonsumsi produsen dalam proses-proses produksi (misalnya untuk pemanasan atau operasi peralatan dan alat bantu) disamping pasokan pada produsen energi lainnya untuk transformasi dan pemakaian lainnya.

Impor dan Ekspor
Dibandingkan dengan bahan bakar lain, batubara merupakan produk yang mudah diangkut melampaui jarak jauh dengan kapal ataupun kereta api. Karenanya, perdagangan batubara meliputi negara-negara produsen dan negara konsumen.

Karena signifikannya tingkat perdagangan batubara, sangatlah penting bagi suatu negara untuk mengetahui tidak hanya kuantitas impor dan ekspor, tetapi juga negara asal dan tujuan dari impor dan ekspor tersebut. Informasi terinci tersebut harus tersedia bagi produk-produk yang perdagangannya sangat signifikan, yaitu batubara kokas, bitumen dan antrasit, batubara subbitumen, batubara lignit/batubara muda, kokas coke-oven dan briket batubara.

Untuk produk-produk batubara lain (terutama gas hasil proses dan gambut), jumlah impor dan ekspor biasanya sangat terbatas; sehingga tidak perlu dirinci lebih lanjut menurut negara asal dan tujuan produk-produk tersebut.

Tingkat Stok dan Perubahannya
Produk batubara primer, karena bentuknya yang padat dan cirinya yang relatif lembam, sering disimpan sebagai stok untuk dimanfaatkan pada periode dimana kebutuhan lebih tinggi daripada produksi, atau, secara umum, daripada pasokan.

Pada situasi tertentu, produksi batubara primer dan konsumsi pada beberapa sektor (misalnya pemanasan) bersifat musiman, dan stok harus dimanfaatkan untuk mengimbangi periode-periode dimana ketersediaannya tinggi atau rendah dibandingkan dengan periode-periode dimana kebutuhannya tinggi atau rendah.

Selain beberapa produk turunan batubara yang padat (kokas coke-oven, patent fuel, briket), gas hasil proses jarang yang memiliki stok.

Seperti halnya minyak, data perubahan stok batubara yang tepat waktu, rinci dan akurat sangat diperlukan oleh para pembuat kebijakan dan para analis pasar.
thumbnail

Artikel Terkait Tentang Batubara :





 
Copyright © 2013. - www.JualBatubara.com
Informasi Batubara Indonesia