Proses Pertambangan Batubara dengan Melakukan Reklamasi Lahan

Industri batubara harus melindungi lingkungan dengan mengembalikan kondisi lahan setelah ditambang, dan dengan memastikan bahwa teknologi canggih digunakan di pembangkit listrik untuk menangkap emisi dan melindungi lingkungan.

Pemulihan Lahan
Setelah penambangan selesai, lahan bekas tambang dikembalikan untuk menciptakan lahan produktif, lahan pertanian, tempat perlindungan satwa liar, lahan basah, atau tempat rekreasi. Restorasi lahan membutuhkan upaya kolektif para insinyur, ahli biologi, ahli hidrologi, ilmuwan dari berbagai bidang, dan ahli lingkungan lainnya untuk mengembalikan lahan ke penggunaan produktif.

Bagaimana Cara Kerja Pemulihan Lahan?
Restorasi lahan -pihak industri menyebutnya reklamasi lahan- adalah proses mengembalikan atau memperbaiki kondisi tanah setelah dilakukan tambang permukaan.

Pertama, ahli geologi mempelajari formasi batuan untuk menemukan cadangan batubara. Lubang uji dibor sehingga sampel batubara dapat diperiksa kualitas, kuantitas, dan lokasinya di bawah permukaan.
Sebelum pertambangan dilakukan, rencana reklamasi ditetapkan secara hati-hati dan disetujui oleh regulator pemerintah. Proses ini melibatkan kegiatan untuk mempelajari geologi daerah, tanaman, air, tanah, dan satwa liar. Informasi didokumentasikan sehingga lahan tersebut dapat dikembalikan ke keadaan semula setelah penambangan telah selesai. Selain itu, di situs pertambangan diperiksa apakah terdapat artefak budaya masa lampau. Jika ditemukan, mereka harus diambil dan dilestarikan berdasarkan tata cara pengelolaan kekayaan budaya yang tepat.

Selanjutnya, timeline pertambangan dan reklamasi diatur. Penambang bekerja sama dengan badan-badan pemerintah pusat dan pejabat lokal untuk memastikan bahwa semua peraturan dipenuhi. Setelah tahap perencanaan telah selesai dan izin yang diperlukan diperoleh, pertambangan dapat dimulai. Tanah lapisan atas, lapisan di bawahnya, dan bebatuan dibuang serta disisihkan, dan batubara yang terletak tepat di bawah permukaan diambil.

Selama proses penambangan, air diuji untuk memastikan terpenuhinya standar kualitas. Air ini dapat di-treatment baik di kolam tampung yang memungkinkan sedimen mengendap atau melalui sistem pengolahan air untuk menjamin kualitas yang baik tetap dipertahankan.

Akhirnya, daerah yang telah selesai ditambang diisi kembali dengan overburden tanah dan batu yang sebelumnya telah disingkirkan. Daerah ini dikembalikan ke kondisi aslinya atau ditingkatkan kualitasnya. Hal ini sering kali berarti diadakan penanaman, pembibitan, dan pengairan lahan. Pemantauan terus dilakukan selama bertahun-tahun untuk memastikan tanah yang hendak dipulihkan sesuai dengan tujuan.
thumbnail

Artikel Terkait Pertambangan Batubara :





 
Copyright © 2013. - www.JualBatubara.com
Informasi Batubara Indonesia